Showing posts with label Thailand Movie. Show all posts
Showing posts with label Thailand Movie. Show all posts

Sep 20, 2016

Runpee adalah kisah horror dibumbui dengan romantika remaja yang dirilis pada akhir tahun 2015. Kangen sama film horror Thailand, saya akhirnya menonton film ini.


Pemain
Jannine Wiegel sebagai Mon
Phongsakon Tosuwan sebagai Runpee (Hantu Laki-laki)
Kaykai Nutticha Namwong sebagai Ant

Sinopsis
Runpee adalah film yang menceritakan tentang seorang anak perempuan bernama Mon, ia adalah penghuni asrama yang sensitif terhadap mahluk halus. Berbeda dengan film horror pada umumnya, Mon tidak bisa melihat hantu tapi bisa mencium aroma, mendengar suara sekaligus mendeteksi emosi dari hantu tersebut.

Karenanya, Mon dianggap aneh oleh teman-temannya, tapi tidak oleh Ant yang selalu berusaha mendekati Mon. Merekapun bersahabat. Tapi, sahabat Mon bukan Ant saja. Setelah sekian lama "diganggu" oleh Runpee, hantu yang sudah lebih dulu sekolah di gedung tersebut, Mon dan Runpee akhirnya menjadi teman dekat. Mon memutuskan memenuhi permintaan seniornya itu untuk menyelidiki kasus pembunuhan yang terjadi di gedung yang sekarang menjadi sekolah Mon.

Runpee yang dulu juga bersekolah di gedung yang sama memberi sebuah jawaban atas pertanyaan Mon, mengenai hantu yang bisa menembus dinding. Jawaban Runpee memberi sebuah alasan "segar" mengapa hantu bisa menembus dinding. walaupun mungkin hanya sebatas alasan yang juga melatar belakangi beberapa adegan dalam film, tapi alasannya lumayan logis diterima otak saya yang suka menonton film horror.


Berhasil tidaknya penyelidikan antara Senior dan Junior berbeda dunia ini bisa disaksikan sendiri ya..

Nilai
3,8 dari 5


May 28, 2016


Seperti biasa saya suka iseng nonton film tanpa nonton trailer, kebetulan dapat film yang rilis tahun 2011 ini.


Pemeran
Patchrapa Chaichua sebagai Ja
Phupoom Phongpanu sebagai Por
Peter Corp Dyrendal sebagai Nop

Sinopsis
Fabolous 30 dimulai dengan Ja yang berulang tahun ke-31, ditemani teman-temannya tapi sedih karena mengingat kejadian di ulang tahunnya yang ke-30, ia diputuskan oleh pacar yang sudah dipacarinya selama 7 tahun.

Di ulang tahunnya ini juga, muncul Por yang lebih muda 7 tahun dari Ja yang tepat keesokan harinya  mulai mengejar Ja. Ja yang tidak suka dengan pasangan yang lebih muda akhirnya mulai luluh, saat itulah Nop, mantannya datang. Hubungan Ja dan Por mulai renggang, sedangkan hubungan Ja dengan Nop juga tidak megalami perkembangan.

Quote
"It doesn't matter how many year, it depends on how much importance we give it."

"If one million people are missing you, i would be one of them. If one hundred people are missing you, i would still be one of them. Like a pearl that is one with the heart of the sea."

"To me, you're special person who has no age. And i would like you to think..that I'm special person who has no age to you too."

"To share your dreams with someone takes a lot of time, it's not just over a span of 1 or 2 days."

Nilai Minus
Film cenderung serius.

Nilai Akhir
3 dari 5 bintang.

Jan 9, 2016


Saya ingat betul, waktu itu Sabtu siang, hari tidak berjalan dengan baik, mood agak rusak dan sayapun iseng menonton file film di dalam laptop, lucky me! Filmnya mood booster banget.. it fixed my day!^^

Semua masalah dan kekonyolan berawal dari sini...
Pemeran 
Preechaya Pongthananikorn sebagai Pleng : Sabar, suka barang mahal, usil.
Puttachat Pongsuchat sebagai Yim : Ekspresif, suka memaksakan kehendak, ngeyel dan gigih.

Sinopsis
Film ini bercerita tentang guru bahasa Inggris bernama Pleng yang diminta "secara paksa" oleh seorang laki-laki Yim yang juga pacar temannya untuk mengajarkannya bahasa Inggris. Dalam proses belajar mengajar inilah banyak hal-hal lucu yang terjadi, hmm.. sebenarnya sejak awal film dimulai sebenarnya segala ke-lebay-an sudah terjadi, jadi lucunya itu sudah sejak awal!

Film bergenre komedi romantis ini tidak mengambil banyak tempat dalam syutingnya, belajarnyapun selalu di Cafe tempat pertama mereka bertemu, tapi tidak ada rasa bosan saat menonton film ini. Kenapa? Karena film ini dipenuhi dengan humor yang segar, tidak terpaku pada bahasa yang sedang dipelajari saja, tapi juga percakapan-percakapan dan kejadian lebay dalam kehidupan Pleng dan Yim.

Yim itu gigih.. sekaligus menakutkan kalau sudah menginginkan sesuatu...

Cukup sulit memilih contoh humor apa yang harus saya bocorkan dalam tulisan ini, saking banyaknya hal-hal lucu yang terjadi, jadi untuk bocoran kali ini, saya beri gambaran saja mengenai kemampuan berbahasa Inggris Yim yang bahkan abjad dalam bahasa Inggrispun prosesnya alot untuk diajarkan. Bayangkan saja bagaimana Pleng harus mengajarkan bahasa Inggris dengan fasih kepada Yim dengan sifat ngeyel muridnya itu.

Di Indonesia film ini sudah diadaptasi ke film Love Me love Me Not, saya sendiri belum pernah nonton, tapi kalau membaca review, hasilnya kurang memuaskan.

Minusnya Film Ini
Film ini punya humor yang segar dan tak jarang terlalu vulgar untuk di Indonesia, mungkin kalau di Indonesia  jatuhnya jorok, untung saja tidak banyak kejadian yang vulgar seperti yang saya maksudkan.

Jangan coba bayangkan apa yang akan terjadi! >,<

Ada beberapa cerita yang kurang detail dan membuat sedikit bingung walaupun akhirnya penonton akan mengerti apa yang akan dilakukan jika menonton lebih lama, tapi tidak akan mengurangi esensi cerita apalagi kelucuan dari film ini. 

Nilai
I'll give 4 out of 5 stars
1 Star for Pleng
1 Star for Yim
2 Stars for The Comedy

Apr 2, 2015

Sawadikaaappp...

Film ini sebenarnya sudah saya tonton sejak awal bulan Maret, karena sudah lama saya biarkan teronggok dalam waiting list akhirnya saya nonton juga, ehh..ternyata bagus.. sayangnya baru sekarang saya lengkapi tulisan ini, baru mood dan baru sempat cari nama pemerannya, asing dan emang jarang merhatiin nama pemeran film Thailand. Yang gampang diingat nama dan ketampanan nya sepertinya Mario Maurer saja, ga heran sih ya..darah Jerman. Ehm..

Hmm..mulai  fan girling lagi inihh..sebelum kebablasan kita kembali ke The Teacher's Diary yuk...

Ciyeee yang Diary-diary-an...
Sumber

Pemeran dan Watak
Sukrit Wisetkaew sebagai Pak Song: Sabar, ingin selalu belajar, kocak.
Laila Boonyasak sebagai Bu Ann : Pandai dan berjiwa bebas.

Sinopsis
Film yang diangkat dari kisah nyata ini menceritakan tentang kehidupan guru, bukan guru di sekolah biasa tapi guru yang harus mengajar dan kehilangan fasilitas peradaban! Apa itu? Tinggal di tengah laut, tanpa listrik dan sinyal Hand Phone!! Oh..c'mon..jangan tanya WCnya kayak apa! Hahaha...

Pak Song lagi ngerjain soal di dalam WC, biar nanti pas ngajar Pak Song "kelihatan" pintar ^^

Bu Ann dan Pak Song adalah 2 guru yang mengajar di sekolah ini, mereka menjadi dekat dan saling menolong satu sama lain, tapi jangan salah...mereka tidak mengajar bersama-sama, bertemupun belum pernah! Lalu bagaimana mereka bisa dekat dan saling menolong? Teleponan? Hii...kan ga ada sinyal.. Diary! Diary bu Ann yang tertingal di sekolahlah yang mengenalkan mereka satu sama lain, membuat mereka merasa "terikat", senasib sepenanggungan*halahh

 Saking penasarannya Pak Song terhadap sosok Bu Ann, pak song punya ide brilian untuk menyuruh murid-muridnya menggambar wajah Bu Ann.. Ya.. gambar di atas itu salah satu hasilnya*GubrakBanget

Hikmah/Pesan Moral
Lingkungan sekolah apung menuntut guru-guru ini harus menerima keadaan, jauh dari peradaban, jauh dari orang-orang yang disayangi, merekapun dituntut untuk menjadi lebih dari seorang guru untuk murid-muridnya yang tidak banyak (tapi butuh penanganan yang berbeda-beda) itu, semangat pengabdian seorang guru beserta tantangannya ditampilkan dengan baik dalam film ini. Insya Allah guru-guru di Indonesia sudah banyak yang seperti ini, bahkan mungkin lebih, hanya saja tidak terekspos. Hmm..jadi ingat Laskar pelangi ya??

 Keadaan sekolah apung setelah kena badai.. Sedih ngeliatnya..
Lanjuuut....

Film ini dikisahkan dengan takaran manis yang passs sekali! Dan jangan takut berlinang air mata, kisah manis ini diselipi banyak komedi, jadi perasaan simpatik, kasihan atau sedih tidak akan bertahan lama. Oh ya, film ini juga mengingatkan, bukan hanya guru yang bisa mengajari murid, tapi jika mau membuka hati dan menyimpan ego, akan banyak hal yang bisa dipelajari dari murid-murid. Ga hanya pada guru dan murid saja sih ya? Intinya dari siapa saja kita bisa belajar. ^^

Minusnya Film ini
Minusnya apa ya? Saya sendiri cukup puas, tapi Open Ending mungkin bisa bikin penonton yang punya ekspektasi tinggi agak kecewa.

Trailer

Well..karna film ini udah tayang sejak April 2014, pasti ada(atau banyak) yang sudah nonton, buat yang belum nonton, selamat menikmati film ini ^^